Oleh: Sri Mulyani, S. Pd.I.


SMP N 1 Kedungtuban memiliki program pembiasaan positif melalui kegiatan salat Dhuha berjamaah. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Kamis dengan sistem bergilir dari masing-masing kelas, mengingat kondisi musala sekolah yang belum mampu menampung seluruh siswa secara bersamaan.
Pada Kamis minggu pertama, kegiatan salat Dhuha diikuti oleh siswa kelas 9A dan 9B. Pada minggu kedua, kegiatan dilanjutkan oleh siswa kelas 9C dan 9D, dan seterusnya secara bergiliran hingga seluruh kelas mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Salat Dhuha dilaksanakan secara berjamaah di Musala SMP N 1 Kedungtuban. Kegiatan ini dikoordinatori oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan melibatkan wali kelas dalam membantu mengondisikan dan mendampingi siswa.
Kegiatan salat Dhuha berjamaah memiliki beberapa tujuan, di antaranya:
Pelaksanaan Salat Dhuha Berjamaah
Pelaksanaan salat Dhuha diawali dengan guru terlebih dulu memilih salah satu siswa untuk menjadi imam. Salah satu dasar yang digunakan dalam pemilihan imam adalah kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an. Siswa yang telah mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar dan fasih diberikan kesempatan untuk menjadi imam.
Pemberian kesempatan kepada siswa untuk menjadi imam bukan sekadar bagian dari pelaksanaan salat berjamaah. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melatih keberanian, tanggung jawab, dan kepercayaan diri siswa dalam menjalankan peran di hadapan teman-temannya.
Setelah siswa selesai berwudu, guru mengondisikan mereka untuk membentuk saf salat dengan rapi. Sebelum salat Dhuha dimulai, guru mengajak seluruh siswa untuk bersama-sama melafalkan niat salat Dhuha. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pembiasaan, terutama bagi siswa yang belum mampu membaca atau belum hafal niat salat Dhuha. Dengan melafalkannya secara berulang-ulang, diharapkan siswa akan terbiasa dan pada akhirnya mampu menghafalnya.
Niat Salat Dhuha
Untuk pelaksanaan salat Dhuha dua rakaat, niat yang dilafalkan adalah:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatad-dhuhā rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Saya niat salat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Selanjutnya, guru bersama siswa melaksanakan salat Dhuha secara berjamaah. Setelah salat selesai, guru membacakan doa salat Dhuha yang kemudian diikuti oleh seluruh siswa secara bersama-sama.
Doa Salat Dhuha
Doa yang dibaca setelah salat Dhuha adalah:
اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ.
اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ، آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku berada di langit, maka turunkanlah. Jika berada di bumi, maka keluarkanlah. Jika sulit, maka mudahkanlah. Jika haram, maka sucikanlah. Jika jauh, maka dekatkanlah. Dengan keberkahan waktu Dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepadaku apa yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Setelah membaca doa, sebelum siswa kembali ke kelas, guru memberikan tausiyah singkat mengenai keutamaan dan fadhilah salat Dhuha. Tausiyah disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh siswa. Kegiatan ini sekaligus menjadi penguatan terhadap pembiasaan ibadah yang sedang dibangun di lingkungan sekolah.
Keutamaan dan Fadhilah Salat Dhuha
Dalam tausiyah, guru menyampaikan beberapa keutamaan salat Dhuha yang diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk melaksanakan ibadah bukan hanya karena kewajiban mengikuti kegiatan sekolah, tetapi karena tumbuhnya kesadaran dari dalam diri.
1. Menjadi Sedekah bagi Setiap Persendian Tubuh
Rasulullah saw. bersabda:
“Pada setiap pagi, setiap ruas tulang kalian memiliki kewajiban sedekah. Maka cukup menggantinya dengan dua rakaat salat Dhuha.”
(HR. Muslim)
Hadis tersebut mengajarkan bahwa dua rakaat salat Dhuha dapat menjadi bentuk sedekah atas seluruh persendian tubuh.
2. Menjadi Sebab Mendapatkan Ampunan
Salat Dhuha juga dikenal sebagai salah satu bentuk ibadah yang berkaitan dengan sifat awwabin, yaitu orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah Swt. melalui ketaatan dan pertobatan.
3. Memohon Kecukupan Rezeki
Dalam doa yang dibaca setelah salat Dhuha, terdapat permohonan kepada Allah Swt. agar diberikan kemudahan dalam memperoleh rezeki. Hal ini menjadi pengingat bagi siswa bahwa rezeki bukan hanya berupa materi, tetapi juga kesehatan, ilmu, waktu, kesempatan belajar, dan berbagai nikmat yang diberikan Allah Swt.
4. Menumbuhkan Kebiasaan Beribadah
Salat Dhuha yang dilakukan secara rutin dapat menjadi sarana untuk melatih siswa membangun kebiasaan beribadah. Ketika sebuah kebaikan dilakukan secara berulang dan konsisten, diharapkan kebaikan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sekolah, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang dilakukan atas kesadaran diri.
Dari Pembiasaan Menjadi Karakter
Program salat Dhuha berjamaah di SMP N 1 Kedungtuban bukan hanya tentang melaksanakan salat sunnah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar sekolah dalam menanamkan nilai-nilai positif melalui sebuah pembiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin.
Kedisiplinan dibangun melalui kebiasaan hadir dan mengikuti kegiatan secara teratur. Tanggung jawab dilatih ketika siswa diberi kesempatan mengambil peran, termasuk menjadi imam. Kerukunan dan persaudaraan tumbuh ketika siswa berdiri dalam satu saf tanpa membedakan satu sama lain. Sementara nilai religius dibangun melalui kesadaran untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Pada akhirnya, pendidikan karakter tidak selalu harus dimulai dari kegiatan yang besar. Terkadang, karakter tumbuh dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Melalui salat Dhuha berjamaah, SMP N 1 Kedungtuban berupaya menghadirkan ruang bagi siswa untuk belajar disiplin, bertanggung jawab, bersyukur, hidup rukun, dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.Karena karakter yang baik tidak lahir dalam satu hari. Ia tumbuh dari kebiasaan baik yang dilakukan terus-menerus, dengan keteladanan dan kesadaran.

Beri Komentar